UNP Siapkan Gedung Berdesain Letter "L" di Fakultas Ilmu Sosial (FIS)

PENGUSULAN tahun 2008 menuai hasil. Tiga tahun menunggu, terhitung mulai tahun 2011, Islamic Development Bank (IDB) menggelontorkan bantuan untuk pembangunan tujuh bangunan sebagai sarana penunjang perkuliahan di Universitas Negeri Padang (UNP).


Adalah Integreted Classroom (lokal bersama-red), satu dari tujuh gedung yang dibangun IDB di lingkungan UNP. Gedung ini akan dibangun di gedung perkuliahan Jurusan Geografi FIS UNP yang sekarang.


Pembantu Rektor II UNP Dr. Alizamar, MPd Kons, kepada media ini, memaparkan, kemungkinan besar pembangunan akan dilakukan bulan Oktober tahun ini. Sedangkan pada bulan Mei akan segera dilakukan peruntuhan (demolisi) pada gedung perkuliahan FIS. Peruntuhan atau penghapusan aset ini akan dilakukan dari ruang perkuliahan Jurusan Ilmu Sosial Politik sampai ke kantor perlengkapan. "Pembangunan ini berlaku untuk UNP keseluruhan, tidak dinamai pembangunan FIS atau pembangunan apapun," tegasnya.


Nanti akan ada dua gedung bertingkat tiga dengan jalan dua jalur di lokasi FIS sekarang. Kedua gedung dirancang sedemikian rupa dengan desain berbentuk letter "L" yang saling bertolak belakang. Gedung pertama akan dijadikan gedung dekanat sekaligus tempat perkuliahan mahasiswa FIS. Sedangkan yang satunya lagi adalah lokal bersama yang dapat dipergunakan mahasiswa FIS dan oleh seluruh mahasiswa UNP tanpa terkecuali. Selama masa pembangunan, mahasiswa FIS untuk sementara waktu akan belajar di lokal darurat UNP dekat Balai Pustaka. "Jadi perkuliahan tetap berjalan ," tambahnya.


Sejumlah pihak di lingkungan UNP berharap, pembangunan gedung berbentuk letter "L" dan sejumlah gedung lain sebagai peningkatan sarana dan sarana di UNP segera terealisasi.


Pembantu Dekan II FIS, Drs. Suryanef, Msi, mengaku belum tahu pasti kapan pastinya pelaksanaan pembangunan gedung dimaksud. Namun demikian, pembangunan sejumlah gedung baru yang dikomandoi Prof. Ganefri PhD selaku Ketua Proyek IDB di UNP, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan baik di bidang akademik maupun administrasi nantinya, serta dapat memberikan kontribusi yang besar dalam segi apapun. "Sia-sia kalau tidak bisa berbuat apa-apa dengan fasilitas yang baik," ujarnya, Senin (24/2/2014).


Sejumlah mahasiswa yang dijumpai media ini juga menyampaikan pendapatnya terkait rencana pembangunan gedung baru di UNP. "Rata-rata ruangan yang ada tidak layak lagi digunakan sebagai ruang perkuliahan, keadaannya sudah memprihatinkan," ungkap mahasiswa bernama Eko, yang diamini sejumlah rekannya. Rata-rata berharap, pembangunan segera dilaksanakan.


(ecevit demirel)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar