Universitas Negeri Padang (UNP): Giat Berbenah, Berbekal Optimalisasi & Support Eksternal

SEBAGAI upaya mengejar mutu dan kualitas, Universitas Negeri Padang (UNP) giat melakukan pembenahan di berbagai bidang. Baik berupa pembenahan fisik melengkapi sarana prasarana kampus, maupun melalui pembenahan non fisik yang mengarah kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).


Pesatnya pembangunan infrastruktur di UNP, selain berbekal optimalisasi penggunaan APBN, juga tak terlepas dari support pihak luar (eksternal), satu diantaranya dari pihak Islamic Development Bank (IDB).


Terkait kegiatan pembangunan di lingkungan kampus, Pembantu Rektor II UNP, Dr. Alizamar, MPd, MKons, pada tahun 2014 ini pihaknya fokus kepada pelaksanaan pembangunan labor TK/SD dengan pagu dana RP 27 milyar dari APBN. Sebelumnya, pada 2013, pembangunan gedung SMP dan SMA (SMP/SMA Pembangunan-red) sudah rampung pelaksanaannya.


Guna menunjang bidang pendidikan olahraga, pada tahun ini UNP juga membangun labor olahraga dan kolam renang dengan pagu anggaran sebesar Rp5 miliar. Selain itu, juga akan dibangun Sport Center di kawasan Lubuk Buaya, tepatnya di lokasi eks Sekolah Guru Olahraga (SGO), dengan pembiayaan bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).


Terakhir, ungkap Alizamar, berkat kerjasama dan kerja keras seluruh akademisi, IDB akan menggelontorkan anggaran lebih dari Rp250 miliar untuk membantu percepatan pembangunan UNP. "Pembangunan ini langsung dilaksanakan oleh IDB sementara UNP cuma sebagai penerima bantuan dan melakukan pengawasan," paparnya.


Sedianya, urai Alizamar, bantuan dari IDB tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun gedung rektorat, auditorium, labor terintegritas, student center, bisnis center, serta dua blok gedung kuliah bersama.


Kembali kepada pemanfaatan dana ABPN, pada tahun 2014 UNP juga akan membangun Labor Geografis Integritas Sistem (Labor GIS) dengan pagu Rp 27 miliar. Labor tersebut, merupakan yang pertama bagi perguruan tinggi diSumatera.


Untuk skala Indonesia, Labor GIS baru dimiliki oleh Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan LIPI. "Universitas Andalas (Unand) saja belum punya," ungkapnya.


Keberadaan Labor GIS tentunya harus didukung SDM yang sepadan dengan aneka kemajuan teknologi yang ada di dalamnya. "Pemantapan SDM untuk menunjang keberadaan laboratorium modern tersebut merupakan program unggulan UNP, mengingat saat ini belum ada program unggulan", ujar Alizamar.


Diakuinya, Labor GIS belum bisa dimanfaatkan pada tahun 2014 ini. Pemanfaatan secara maksimal labor modern tersebut baru bisa dilakukan pada 2016 mendatang.


(ecevit demirel)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar