Serka TNI-AD Anas Andika: Hobi Berdendang Telorkan 7 Album

SEPINTAS, siapa menyangka pria berpostur tegap, berambut cepak serta bersuara lantang ini punya talenta luar biasa di dunia entertainment? Tidak tanggung-tanggung, hobi berdendangnya telah menelorkan tujuh album sekaligus video klip lagu minang yang rata-rata "booming" dan tentu saja akrab dengan telinga para pecinta lagu minang.

Mengawali debut di dapur rekaman pada tahun 1990 lalu, Anas Andika yang baru saja masuk tentara muncul ke khalayak luas lewat album bertitel "Restu Ibu". Album perdana tersebut langsung booming di pasaran, sehingga nama Anas Andika kala itu sempat menjadi buah bibir seiring terus berkumandangnya suara emas serdadu berdarah asli Minangkabau ini di tengah-tengah masyarakat.

Dua tahun kemudian, pada tahun 1992, Anas Andika kembali membuat gebrakan lewat album bertitel "Mungkin Suratan". Dua tahun berikutnya, tahun 1994, blantika musik minang kembali dihentak kehadiran Anas Andika lewat album bertitel "Ganja Batu".

Tahun 1997, kembali 'rang Sungai Garinggiang Pariaman ini menyeruak bersama album minang jenaka berjudul "SMS Nyasar". Pada tahun 2002, Anas Andika melahirkan album keenam bertitel "Alang Sakek" yang sempat menjadi hits beberapa tahun menjelang album ketujuh bertitel "Perangkap" lahir pada tahun 2006. Rata-rata albumnya diproduseri artis dan pencipta lagu Minang, Ade Putera.

"Bakat di bidang tarik suara sudah ada sejak saya masih belia," ungkap prajurit TNI-AD berpangkat Sersan Kepala (Serka) yang sehari-hari berdinas di Primkopad Denbekang 01.44.05 Padang tersebut.

Mengalirnya darah seni pada diri pria humoris ini tentu sangat erat kaitannya dengan sosok mendiang Tiar Ramon. Legenda lagu minang yang sempat mengenyam masa keemasan bersama biduanita Elly Kasim dan sederet seniman minang lainnya itu bukan orang lain bagi Anas Andika. Beliau adalah paman kandungnya.

Bagi suami dari satu isteri dan bapak empat orang anak ini, status sebagai tentara tak menghalanginya untuk terus mengembangkan hobi dan bakatnya di dunia entertainment, khususnya di bidang tarik suara.

"Prinsipnya bisa memenej waktu, sehingga aktivitas yang dilakukan tidak bersinggungan satu sama lain," papar warga Perumnas Mega Permai Blok E-1 Padang ini mengakhiri obrolan.

(ede)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar