Rekrut Pensiunan Jadi Tim Ahli, Terobosan Kepala BWSS-V Patut Ditelisik

PADANG -- Program pemerintah dalam mengatasi tingginya angka pengangguran di Indonesia masih terganjal oleh kebijakan individual para pejabat di lingkungan pemerintah itu sendiri. Sebab, masih banyak pejabat yang lebih senang merekrut para pensiunan untuk membantu mereka bekerja ketimbang merekrut tenaga dari luar.
Fenomena di atas terjadi di lingkungan kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera-V (BWSS-V), dimana sejumlah tenaga pesiunan diberdayakan sebagai tim ahli di bidang desain. Hal ini dibenarkan oleh sejumlah sumber terpercaya di kantor BWSS-V, bahwa para pensiunan direkrut oleh kepala balai. Mereka yang direkrut, mulai dari mantan Kepala Dinas PSDA (Pengairan-red), mantan kepala bidang, hingga mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) di BWSS-V. Sementara, mereka juga merasa heran, darimana kepala balai nanti mengambil uang untuk gaji para pensiunan tersebut.
Ketika terobosan merekrut tim ahli dari kalangan pensiunan hendak dikonfirmasikan kepada Kepala BWSS-V, Adek Rizaldi, Rabu (27/4/2014) sore, yang bersangkutan sedang bersama sejumlah rekanan di ruang kerjanya. Ketika maksud konfirmasi disampaikan kepada salah seorang staf, lalu staf tersebut menginformasikan lebih lanjut ke kepala balai, beberapa jurus kemudian staf tersebut menyampaikan,"Pak Adek suruh menunggu". Mendapat informasi demikian, media ini pun menunggu.
Namun, setelah dua jam lebih menunggu, tidak kunjung ada respons dari kepala balai, sementara hari semakin larut. Belakangan, didapat informasi bahwa kepala balai akan melaksanakan rapat bersama tim ahli bidang desain yang kala itu mulai berdatangan ke ruangan kepala balai. Diantara mereka ada Zahrul Umar, Yasrimal dan mantan Kepala Dinas PSDA Sumbar, Bambang Istijono.
Bambang yang ditanyai ihwal rapat yang akan digelar di ruang kerja kepala balai, terkesan mengelak. Menurutnya, ia hanya mengantar mahasiswa yang tengah penelitian. Kebetulan saat ini dirinya juga dosen di Fakultas Teknik Unand.
Lain halnya dengan Yasrimal yang juga mantan PPK di BWSS-V. Ia mengakui tenaganya masih dibutuhkan di BWSS-V. Bahkan menurut informasi Yasrimal sering hadir dikantor BWSS-V.
"Saya kesini (kantor BWSS-V-red) hanya pergi main – main saja, tidak ada acara khusus, tapi selagi dibutuhkan saya tetap datang kesini,"ulasnya menanggapi.

Namun, sepandai - pandainya para pensiunan ini mengelak, tahu – tahu ketahuan juga dari seorang PPK di lingkungan BWSS-V bahwa para pensiunan itu sengaja direkrut oleh kepala balai sebagai tim ahli bidang desain. "Apa tujuan kepala balai merekrut orang yang sudah pensiun itu, saya tidak tahu alasannya," tutur PPK yang tidak bersedia menyebutkan nama tersebut.
Ditemui di tempat terpisah, Zaidinul dari Dewan LSM Bersatu Sumbar mengatakan, cara perekrutan tim ahli di BWSS-V oleh kepala balai, Adek Rizaldi, patut ditelisik. Di satu sisi, pemerintah sudah mempensiunkan mereka sesuai dengan aturan, namun kepala balai malah merekrut kembali. "Sepertinya, selain mereka (para pensiunan-red) kepala balai tidak melihat lagi ada yang ahli di dunia ini, sehingga yang kelihatan hanya para mantan petinggi yang menurutnya layak sebagai staf ahli. Pola seperti itu boleh dilakukan kepala balai, kalau ia sebagai pemimpin di perusahaannya sendiri," lontar Zaidinul.
"Dengan direkrutnya sederet tim ahli ini, gaji atau honor mereka diambilkan dari mana. Tentang hal ini kami juga akan konfirmasi dengan kepala balai, sekaligus akan memintai klarifikasi tentang adanya MoU kepala balai dengan Kejati Sumbar dan hal – hal lainnya sesuai temuan DLB pada pekerjaan tahun 2012 dan 2013 di bawah pengelolaan BWSS-V," tutur Zainul.
(tim)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com







0 comments:

Posting Komentar