Polsek Bungus Belum Tindaklanjuti Kasus Penganiayaan oleh "Tembong" Cs

PADANG -- Agustian (35), pengawas inti pada PT Elnusa Petrofin melaporkan Nur Fakri alias "Tembong" (56) ke polisi. Tembong yang disebut-sebut sebagai "urang bagak" (jawara) ini juga merupakan mantan karyawan PT Elnusa Petrofin, anak perusahaan Pertamina.

"Saya dianiaya dan sudah saya laporkan ke Polsek Bungus Teluk Kabung, namun sampai sekarang belum ditindaklanjuti," papar Agustian kepada wartawan, Sabtu (12/4).

Kejadian ini, kata Agustian, terjadi 9 April lalu di dalam areal Terminal Pertamina Bungus. Saat itu Tembong masuk ke areal steril di terminal Pertamina. Tidak boleh sembarang orang masuk ke areal itu. Karena dilarang masuk, Tembong meradang dan memukul Agustian.

Tidak hanya Agustian yang dipukul, tapi juga seorang karyawan lain yang berada di sekitar itu, yaitu Asmedi Putra (32). Akibat pemukulan ini, Agustian mengalami luka bekas tusukan obeng di tangan kirinya, sementara Asmedi mendapatkan luka goresan di lengan kiri. "Saya yang pertama kali dipukul oleh Tembong, setelah itu baru Asmedi," ujar Agustian.

Rupanya tidak hanya Tembong yang yang main tangan di areal depot Pertamina Bungus, tetapi juga anak buah serta anak-anaknya. Setengah jam setelah pemukulan itu, dua orang anak Tembong mendatangi Agustian dan Asmedia. Mereka juga melakukan pemukulan.

Atas kejadian pemukulan ini, korban melapor ke Polsek Bungus Teluk Kabung. "Kami langsung melapor ke polisi dan sampai sekarang tidak ada tindakan dari kepolisian, sementara karyawan saya sudah merasa ditekan oleh keberadaan Tembong ini," jelas Agustian.

Ia berharap polisi secepatnya mengungkap kasus ini dan menangkap Tembong dan rekan-rekannya. Selain itu, korban lain, Ardiwan (52) juga menuturkan tindakan seenaknya yang dilakukan oleh Tembong.

* Belum Ada Bukti Kuat

Kapolsek Bungus Teluk Kabung, Kompol Nizarham saat dihubungi wartawan Sabtu (11/4) sore mengatakan, memang sudah menerima laporan dari korban. Saat ini laporan itu sudah ada di tangan penyidik. "Polisi tidak menahan pelaku karena belum ada bukti kuat yang menyatakan Tembong ikut dalam penganiayaan tersebut," jelas Kompol Nizarham.

Selain itu, dalam hal penahanan polisi tidak bisa sembarangan karena harus ada bukti yang kuat. Namun, kedua anak Tembong sudah diperiksa baru sebagai saksi, kalau ada bukti yang menguatkan, mungkin bisa dijadikan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Iwan Ariyandhi membenarkan tentang kasus penganiayaan di Pertamina Bungus. Dia menyebut kasus itu sudah dilimpahkan ke Polresta Padang dan saat ini pihaknya tengah mengusut kasus tersebut.

(ksc/irs/wry)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar