Masih Aktif Polisi, Terpidana Korupsi Irjen Djoko Susilo Golput

JAKARTA -- Inspektur Jenderal Djoko Susilo diketahui tidak ikut memilih di Pemilihan Umum 2014. Jenderal polisi yang divonis 18 tahun penjara dalam kasus proyek pengadaan alat simulator SIM itu tidak memilih berhubung masih berstatus polisi aktif.
 
"DS tidak mencoblos karena masih aktif (polisi)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Rabu (9/4/2014).
 
Djoko belum diberhentikan dari Kepolisian karena vonisnya belum berkekuatan hukum tetap. Pengacara Djoko masih mengajukan kasasi atas putusan banding yang ditetapkan majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
 
Hari ini, sebanyak 23 tahanan KPK menggunakan hak pilih mereka di Rumah Tahanan KPK. Tahanan Rutan KPK yang mencoblos hari ini adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alifian Mallarangeng, mantan kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, M. Dian Nuqisra, Deviardi dan Budi Susanto.
 
Selain itu, Ahmad Fathanah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Mario C Bernardo, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Susi Tur Andayani, Diah Soemedi dan Choirun Nisa.
 
Sedangkan tahanan dari Rutan Guntur yang akan mencoblos hari ini adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih Cornelis Nalau Antun, Tafsir Nurchamid, Syahrul Raja Sampurnajaya, Djodi Supratman, Subri, Anggoro Widjojo, dan Budi Mulya.

(dtc/sus/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar