Garap Isteri Tetangga Berulangkali, Caleg Golkar Dilaporkan ke Polisi


ACEH TIMUR -- Pria berinisial "MS" alias "OS", calon legislatif DPRK Aceh Timur dari Partai Golkar daerah pemilihan III diduga telah menggarap atau meniduri berulang kali isteri tetangganya yang berinisial "SHB" (31), warga Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur.

Demikian disampaikan Abdul Hakim (34), suami SHB, kepada wartawan di Mapolsek Darul Ihsan, Kamis (3/4). Pada kesempatan itu, ia baru saja melaporkan dugaan perbuatan tidak senonoh yang diduga dilakukan sang isteri dan oknum caleg tersebut.

Abdul Hakim menceritakan, dirinya baru mengetahui perselingkuhan istrinya tersebut sekitar seminggu lalu, ketika itu dirinya menerima sebuah kiriman foto perbuatan tidak senonoh antara sang isteri dengan MS via MMS ke ponselnya. Ia sempat mempertanyakan hal tersebut kepada SHB, namun sang isteri tak mengaku.

Perbuatan memalukan tersebut baru terkuak ketika SHB diajak melakukan sumpah secara Islam di hadapan salah seorang ulama kharismatik di daerahnya. "Saat itu isteri saya terdiam dan akhirnya mengakui semua perbuatan yang dilakukannya bersama oknum caleg itu," ungkap Abdul Hakim seraya mengungkapkan bahwa sejak satu tahun terakhir kehidupan rumah tangganya bersama sang isteri memang sudah tak harmonis.

Dari pengakuan SHB, terungkap bahwa perbuatan dilarang agama antara dirinya dan MS pernah dilakukan ketika sang suami sedang bekerja. Selanjutnya, di toko tempat ia berjualan, kemudian di salah satu optik di Kota Idi Rayeuk, di Kota Medan dan Kota Langsa, serta di dalam mobil yang sengaja diparkir di RSUD Langsa.

Menurut Abdul Hakim yang sehari-hari bekerja sebagai operator alat berat, satu hal paling menyakitkan bagi dirinya, MS yang tega "menggarap" isterinya itu adalah tetangga sekaligus berkawan dekat dengannya.

Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir, SIK, MH, melalui Kapolsek Darul Ihsan Ipda Ismail Samri, terkait persoalan tersebut mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan Abdul Hakim suami SHB dengan laporan polisi bernomor 03/IV/2014/Aceh/Atim/P. Darul Ihsan tertanggal 3 April 2014. "Sebagai tindak lanjut, kami akan memanggil MS dan SHB selaku terlapor guna dimintai keterangan," ujar kapolsek.

Apabila perbuatan mereka terbukti, baik MS maupun SHB dikenai Pasal 284 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara.

(bnc/mrm)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar