Headlines News :
**Dewan Redaksi "NewsDetak" menerima kiriman tulisan dan artikel dari pembaca**NewsDetak adalah media online yang menyajikan berita aktual, dan pemikiran yang konseptual**Jangan lewatkan hari-hari Anda untuk mampir di laman NewsDetak**

Megawati dan Try Sutrisno Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi

JAKARTA, Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno di Istana Merdeka selepas menyampaikan pidato hasil rekapitulasi akhir KPU mengenai Pilpres 2019 di Kampung Deret. Keduanya datang untuk memberikan ucapan selamat kepada Presiden yang berdasarkan rekapitulasi akhir KPU mendapatkan perolehan suara sebesar 55,5 persen.

"Ini tadi saya baru saja menerima Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Try Sutrisno. Intinya beliau berdua mengucapkan selamat atas pengumuman dari KPU tadi pagi yang sudah memberikan angka yang jelas, yaitu 55,5 persen untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin," ujar Presiden di Istana Merdeka, Selasa, 21 Mei 2019.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo sendiri turut memberikan ucapan selamat kepada Megawati Soekarnoputri dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang mana pada pemilihan legislatif kali ini tampil sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak.

"Saya tadi menyampaikan selamat juga kepada Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga memperoleh angka yang tertinggi, yaitu 19,33 persen," ucapnya.

Megawati, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa kedatangannya bersama dengan Try Sutrisno ini memang dimaksudkan untuk khusus menyampaikan langsung ucapan selamat kepada Presiden. Sambil bercanda presiden wanita Indonesia pertama ini mengaku ingin menjadi yang pertama yang memberikan ucapan selamat.

"Saya kan juga sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, makanya saya ajak Pak Try, ayo Pak bareng-bareng kasih ucapan selamat supaya kita nomor satu. Jangan yang lainnya dulu," tuturnya yang langsung disambut tawa Presiden dan para jurnalis.

Sementara Try Sutrisno, juga dalam kesempatan yang sama, menyampaikan harapan dan doanya agar di masa pemerintahan yang kedua, Presiden Joko Widodo dapat terus membangun bangsa sekaligus melakukan konsolidasi dan merekatkan kembali persatuan bangsa setelah Pilpres 2019 ini.

"Beliau akan terus jalan membangun kita mewujudkan cita-cita proklamasi. Saya sebagai orang tua mendoakan supaya Indonesia setelah selesai Pemilu sadar, sebagai rakyat bangsa yang religius, segera bisa kita konsolidasi. Karena kita dengan bersatu padu menjadi kuat, kalau kita tidak bersatu padu kita akan melemah dan berbahaya itu," ucapnya.

Lebih jauh, persoalan ketertiban dan keamanan selepas Pemilu sempat disinggung oleh para jurnalis. Namun, Presiden menampik kekhawatiran yang ada dengan menegaskan bahwa TNI dan Polri siap untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

"TNI-Polri siap untuk memberikan rasa aman dan ketertiban kepada seluruh masyarakat. Kita berdoa dan berharap agar semuanya aman," tandasnya.

Untuk diketahui, sejumlah ketua umum partai politik juga sempat bertemu Presiden setelah pertemuan tersebut. Kedatangan mereka juga untuk memberikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi. Beberapa di antaranya ialah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PSI Grace Natalie, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono.







Pemilu Usai, Presiden Jokowi: Mari Bersatu Bangun Bangsa dan Tanah Air

JAKARTA, Usai diumumkannya hasil resmi rekapitulasi Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali merajut semangat persatuan. 

Hal itu disampaikan Presiden dalam pidatonya di Kampung Deret, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019.

"Marilah kita bersatu padu membangun bangsa dan Tanah Air tercinta demi kedamaian, demi kesejahteraan generasi kita mendatang, serta generasi anak-cucu kita di masa depan," ujarnya.

Pidato tersebut disampaikan olehnya menyusul hasil rekapitulasi akhir KPU terhadap perolehan suara pasangan calon dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Dalam rekapitulasi akhir tersebut, jumlah perolehan suara Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebanyak 85.607.362 atau 55,5 persen suara.

Terhadap hasil rekapitulasi itu, Kepala Negara menegaskan sekaligus berharap agar tak ada lagi sekat penghalang persaudaraan di kalangan masyarakat. Presiden Joko Widodo beserta wakilnya di masa pemerintahannya yang kedua, Ma'ruf Amin, akan mengayomi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali dan mengupayakan keadilan bagi segenap anak bangsa.

"Setelah dilantik di bulan Oktober nanti kami adalah Presiden dan Wakil Presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bagi 100 persen rakyat Indonesia," tegasnya.

Pelaksanaan Pemilu ini menurut Presiden membuktikan kedewasaan yang telah dimiliki bangsa Indonesia dalam menjalankan demokrasi. Hal itu amat disyukuri olehnya sehingga perbedaan-perbedaan yang ada dapat dikelola dengan baik hingga terwujud Pemilu yang aman dan damai.

"Bukti nyatanya adalah kedewasaan kita berdemokrasi, kemampuan kita untuk menyelesaikan Pemilu yang jujur dan adil, serta Pemilu yang penuh dengan perdamaian dan kegembiraan," kata Presiden.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan rakyat Indonesia kepada dirinya untuk meneruskan pembangunan bangsa. Kepala Negara mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kepercayaan rakyat dengan program-program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Kepercayaan dan amanat rakyat kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan lapisan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia," tuturnya.

Tak lupa, Presiden menyampaikan apresiasi tertinggi bagi KPU dan Bawaslu yang berupaya keras mewujudkan Pemilu yang jujur, damai, dan adil di Indonesia, serta kepada seluruh pihak yang turut terlibat di dalamnya.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja penyelenggara dan pengawas Pemilu, KPU dan Bawaslu, tokoh masyarakat, para peserta Pemilu, aparat keamanan, TNI dan Polri, serta semua pihak termasuk para saksi yang telah siang dan malam bekerja dengan tulus demi Pemilu yang adil dan jujur," tandasnya.





Presiden Joko Widodo Lantik Hinsa Siburian Jadi Kepala BSSN*

JAKARTA,  Presiden Joko Widodo resmi melantik Letnan Jenderal (Purn) TNI Hinsa Siburian sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 21 Mei 2019.

Hinsa Siburian dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/P Tahun 2019 tanggal 20 Mei 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara. Dirinya dalam acara pelantikan tersebut juga diambil sumpah jabatan oleh Presiden Joko Widodo.

"Demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Hinsa.

Pria kelahiran Tarutung, 28 Oktober 1959 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) sejak 25 April 2017 hingga 27 Oktober 2017. Hinsa juga pernah menjabat sebagai Danpussenif Kodiklat TNI AD dan Pangdam XVII/Cenderawasih. Ia lulus dari Akademi Militer tahun 1986 dan meraih Adhi Makayasa.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan yang dimulai dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh sejumlah tamu undangan yang hadir.





Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden: Air Kunci Kemakmuran di NTT

BELU, Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini, Senin, 20 Mei 2019, meresmikan Bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Bendungan Rotiklot merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun oleh pemerintah pada periode 2015-2019.

Dalam sambutannya, Presiden kembali menekankan bahwa air merupakan kunci untuk meraih kemakmuran dan kesejahteraan di NTT. Oleh karena itu, jika di provinsi lain hanya dibangun satu bendungan, maka di NTT pemerintah membangun tujuh bendungan.

Ketujuh bendungan itu adalah Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, Temef, Manikin, Mbay, dan Welekis.

"Yang sudah selesai Raknamo. Sekarang Rotiklot airnya sudah naik seperti ini, sangat bagus sekali airnya. Nanti ada lagi Napun Gete. Ada lagi yang lain, ada tujuh semuanya. Itu pun Pak Gubernur, Pak Wagub masih mau minta tambah lagi. Ketemu bupati tambahnya sekarang waduk dan bendungan semuanya. Karena memang rumusnya di situ, jurusnya memang harus dimulai dari air," ujar Presiden.

Setelah air tersedia, Presiden menuturkan, masyarakat bisa menanam beragam komoditas, baik itu padi, jagung, bawang merah, pepaya, pisang, hingga semangka atau melon di musim kemarau. Dengan tersedianya air, lanjutnya, maka petani bisa panen lebih dari sekali dalam setahun.

"Baru _step_ berikutnya kalau airnya ada kita berfikir apa yang akan kita tanam. _Step by step_ memang kita harus mencari jalan keluar agar kesejahteraan, kemakmuran betul-betul bisa kita raih bersama-sama," ungkapnya.

Bendungan Rotiklot sendiri bisa mengairi 139 hektare lahan. Selain itu, bendungan ini juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga air, tempat wisata, dan untuk air baku seluruh penduduk di Kabupaten Belu,

"Kita harapkan nanti bendungan-bendungan yang lain juga segera diselesaikan oleh Menteri PU kemudian yang permintaan bendungan yang baru-baru masih dalam pembahasan dan perhitungan," lanjutnya.

Daya tampung total bendungan ini sebesar 3,30 juta meter kubik dengan luas genangan 29,91 hektare dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik. Bendungan ini bertipe pelimpahan samping dengan lebar pelimpahan 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendungan 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak 415,82 meter.

Bendungan ini sebelumnya dikerjakan sejak akhir tahun 2015 silam dengan target waktu selama 1.110 hari kelender dengan sumber dana APBN tahun anggaran 2015-2018 dengan nilai kontrak konstruksi Rp497 miliar. Ia berharap masyarakat Kabupaten Belu bisa merasakan manfaat kehadiran Bendungan Rotiklot ini.

"Hati-hati, setiap bendungan ini, ini habisnya Rp497 miliar, jangan dipikir kecil. Kalau 7, kalikan sendiri. Gede _banget_. Tapi memang ini sangat diperlukan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan untuk jangka yang sangat panjang ini akan sangat bermanfaat," tutur Kepala Negara.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian Bendungan Rotiklot, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Gregorius Mere.







Presiden Jokowi Akan Meresmikan Bendungan Rotiklot di Provinsi Nusa Tenggara Timur

KUPANG, Presiden Joko Widodo, pagi ini, Senin, 20 Mei 2019, bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 08.38 WIB.

Setibanya di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, Provinsi NTT pada pukul 12.16 WITA, Presiden bersama rombongan langsung menuju Kabupaten Belu dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU.

Di Kabupaten Belu, Presiden akan meresmikan Bendungan Rotiklot yang berada di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Usai kegiatan di Kabupaten Belu, Kepala Negara beserta rombongan dijadwalkan langsung menuju Bandara A. A. Beri Tallo, Kabupaten Belu untuk menuju Kota Kupang. Perjalanan ke Jakarta akan dilanjutkan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Internasional El Tari, Kupang, pada sore hari.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi NTT, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Gregorius Mere, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.




Presiden Jokowi Kunjungi Desa Kutuh yang Sukses Manfaatkan Dana Desa

BADUNG, Usai mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali, pada Jumat, 17 Mei 2019. Di Bali, Presiden bersama rombongan mengunjungi Desa Kutuh yang berlokasi di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Desa tersebut diketahui mampu keluar dari jerat kemiskinan setelah berhasil memanfaatkan dan mengelola dana desa yang diberikan pemerintah pusat.

"Ini yang merupakan salah satu desa yang berhasil betul memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Jadi di Desa Kutuh ini konsentrasinya di _sport tourism_, misalnya menyewakan lapangan bola untuk latihan dan kompetisi (bertaraf) internasional," ujarnya di lokasi.

Lingkungan geografis Desa Kutuh yang terletak di pinggir pantai dan dikelilingi gunung dan batu karang menjadikan masyarakat setempat mulanya banyak menekuni profesi nelayan dan petani dengan hasil yang minim. Desa tersebut diketahui dulunya juga merupakan sebuah kawasan yang tandus.

Meski demikian, secara perlahan Desa Kutuh berhasil mengelola potensi pariwisata setempat dengan menjadikan Pantai Pandawa sebagai ikon pariwisata baru yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Dana desa yang kemudian diterima oleh pemerintah Desa Kutuh sejak tahun 2015 menjadikan perekonomian setempat menjadi semakin bergeliat.

Hingga saat ini, Desa Kutuh telah menerima dana desa dengan jumlah kurang lebih Rp3,5 miliar. Masyarakat setempat memanfaatkan dana desa tersebut untuk membenahi fasilitas dan kebutuhan dasar, membangun sarana dan prasarana penunjang desa wisata, serta sarana olahraga bertaraf internasional yang terbukti sangat bermanfaat bagi desa tersebut dan menjadi kekuatan ekonomi tersendiri.

"Ini ada (kompetisi) paralayang yang setahun bisa menghasilkan Rp800 juta. Untuk desa sendiri memiliki _revenue_ per tahun Rp50 miliar. Coba bayangkan ini bagaimana dana desa bisa _men-trigger_ ekonomi yang ada di desa sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya," kata Presiden.

Menurutnya, kesuksesan pengelolaan dana desa di Desa Kutuh ini dapat dijadikan referensi bagi pengelolaan serupa di desa-desa lain di seluruh Indonesia. Kepala Negara berharap agar dana desa yang digulirkan pemerintah dapat memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat di desa-desa.

"Ini sebetulnya bisa dikopi di tempat-tempat lain yang memiliki kemiripan, entah di Sumatera, Jawa, atau Kalimantan. Bisa menjadi sebuah model keberhasilan manajemen pengelolaan dana desa untuk kemanfaatan masyarakat," tuturnya.

Untuk diketahui, sejak tahun 2015 hingga 2018, Desa Kutuh telah memanfaatkan dana desa untuk membangun sarana-sarana yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Di antaranya ialah jalan desa sepanjang 957 meter, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, embung, irigasi, dan sarana olahraga.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.





Hadiri Buka Puasa Bersama DPP Partai Golkar, Arinal Bertemu Jokowi


JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, mengikuti acara buka puasa bersama DPP Partai Golkar yang dihadiri Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden RI Ir. Joko Widodo, di Hotel Sultan, Minggu (19/5/2019).

Turut mendampingi Arinal Djunaidi dalam acara puasa dan Rakernas Golkar antara lain, Sekretaris Golkar Supriyadi Hamzah, Ketua Bappilu Golkar Lampung H. Tony Eka Candra dan sejumlah pengurus.

Sebelum masuk ke Ruang Acara tampak Gubernur Lampung Terpilih tersebut berbincang akrab dengan Presiden Joko Widodo. "Presiden menanyakan kabar Lampung. Dan menyampaikan salam dan ucapan Terima Kasih untuk Rakyat Lampung", Terang Arinal dalam Pesan singkat di WhatsApp-nya.

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menghadiri acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Beberapa tokoh senior Partai Golkar yang hadir dalam acara buka puasa bersama yaitu Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Agung Laksono. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, dan pimpinan partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam kesempatan tersebut Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar mengimbau kepada masyarakat yang tidak puas dengan hasil pemilihan umum agar menempuh jalur hukum ke Badan Pengawas Pemilu dan Mahkamah Konstitusi.

"Untuk itu Partai Golkar menegaskan agar pihak-pihak yang kurang puas dapat mengadukan ke Bawaslu atau MK. Bukan untuk mencari solusi di jalanan. Jadi Partai Golkar menolak people power," kata Airlangga.

Oleh karena itu, Partai Golkar harus menjadi yang terdepan dalam melawan mereka yang tidak menghendaki kemajuan tapi hendak menjerumuskan mereka dalam perpecahan bangsa Indonesia. 

"Dalam sejarah people power di Indonesia yang muncul untuk mengganti kepemimpinan yang panjang dapat kita lihat di tahun 1965 dan 1998," katanya.

Menurut dia, sejak reformasi telah sepakat membatasi masa jabatan presiden dan menyelenggarakan pemilihan umum secara langsung.

Untuk itu, Airlangga mengimbau kepada seluruh kadernya untuk bisa menjaga marwah Partai Golkar membangun kebiasaan santun berpolitik serta berdaulat bertindak.

"Kita harus mengingat roh perjuangan adalah suara Golkar suara rakyat, tidak ada suara lain selain suara rakyat, seluruh kader Golkar sudah membenamkan itu dalam hati masing-masing," ujarnya. (*)


Kunjungan Wali Kota Risma Membawa Harapan Baru Bagi Keluarga Almarhum

SURABAYA, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tanpa kenal lelah terus menepati janjinya untuk hadir atau takziah mengunjungi keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai menjalankan tugas pada April lalu. Kunjungan kali ini di rumah duka Almarhum Heriawan, berlokasi di Jalan Siwalankerto Utara No 16 Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Minggu (19/05/2019).

 

Heriawan merupakan bertugas sebagai sekretaris panitia pemungutan suara Kelurahan Siwalankerto Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Sehari-hari Heriawan bekerja sebagai seorang Kepala Sekretaris (Kasie) di kantor Kelurahan Siwalankerto. Heriawan hidup bersama empat orang anak, Bima Raka (24),Chanika (21), Daffa Astur (18), Aldona (16) dan istri bernama Retno Setyaningsih (50).

 

Tepat pukul 12.00 WIB, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tiba di rumah duka dengan busana batik yang dikenakan. Dalam kunjungan itu, Wali Kota Risma langsung merangkul istri almarhum sambil bersalaman dan mengucapkan belasungkawa.

 

"Nderek aken belasungkowo (turut berduka cita) bu, ini putra putrinya ya, sekolah dimana dan kelas berapa semua," kata Wali Kota Risma.

 

Tak perlu waktu lama, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu langsung menanyakan sekolah anak-anak almarhum, bahkan ia langsung menawarkan bantuan untuk menyekolahkan anak ketiga, Daffa Astur (18) yang baru saja menyelesaikan sekolah tingkat menengah atas.

 

"Kamu jangan kerja dulu, harus lanjut kuliah. Soal biaya jangan khawatir. Jadi pemkot ada beasiswa di Unair atau sekolah Akademik Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP). Nanti ada tesnya, kamu ikut tes itu ya? Kalau di Unair sekolahnya tiga tahun, nanti udah dijamin juga kerjaannya. Kalau ATKP sekolahnya 9 bulan nanti di tempatkan di Batam," ujar Wali Kota Risma.

 

Selain membantu beasiswa Daffa Astur, Wali Kota Risma juga mencarikan pekerjaan untuk anak pertama dan kedua nya. Sembari itu, ia juga mengimbau kepada anak ketiga almarhum agar sungguh-sungguh untuk mengikuti tes beasiswa tersebut. "Beneran harus nyoba lho ya, harus sukses untuk mewujudkan cita-cita orang tua, sudah saya koordinasikan kok," imbuhnya.

 

Setelah memberi pengarahan kepada sang anak, Wali Kota Risma kemudian menanyakan kronologis meninggalnya almarhum. Istri almarhum, Retno menceritakan kondisi suaminya sebelum meninggal. Retno mengaku sehari setelah pemilu, suaminya mengeluhkan tidak enak badan kemudian keesokan harinya dibawa ke rumah sakit.

 

"Setelah coblosan keesokan harinya suami mengeluhkan tidak enak badan. Kemudian saya antar ke rumah sakit, seminggu di sana minta pulang katanya mau bekam. Belum sempat kami bawa ke sana (rumah sakit) karena masih ada beberapa teman kerja yang jenguk. Waktu saya keluar sebentar, hari Jumat 26 April jam 14.00 WIB posisi duduk di kursi lalu saya panggil-panggil sudah tidak ada," ungkap Retno.

 

Kedatangan Wali Kota Risma ke rumah keluarga almarhum, menjadi obat bagi Retno dan anak-anaknya. Retno mengaku sangat bersyukur rumahnya dikunjungi oleh wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

 

"Saya berharap bu wali sehat terus, bisa blusukan. Setelah beberapa kali tidak jadi, saya pikir tidak jadi hadir. Tapi ternyata benar-benar di kunjungin siang ini. Alhamdulillah sekali saya bersyukur anak-anak saya diberi bantuan," tutur Retno.

 

Harapan baru terpancar dari wajah Daffa usai rumahnya di kunjungi Wali Kota Surabaya. Ia terlihat menjadi lebih bersemangat kembali untuk melanjutkan hidup dan menyiapkan masa depan.

 

"Bu Risma, saya sangat senang dan bangga akhirnya ibu bisa datang dan mau membantu keluarga saya. Saya bisa merasakan kebahagiaan kembali setelah ibu datang dan menyiapkan masa depan saya. Nanti mungkin yang saya pilih sekolah ATKP bu," pungkas Daffa. (*)