Headlines News :
**Dewan Redaksi "NewsDetak" menerima kiriman tulisan dan artikel dari pembaca**NewsDetak adalah media online yang menyajikan berita aktual, dan pemikiran yang konseptual**Jangan lewatkan hari-hari Anda untuk mampir di laman NewsDetak**

Presiden Jokowi Akan Meresmikan Bendungan Rotiklot di Provinsi Nusa Tenggara Timur

KUPANG, Presiden Joko Widodo, pagi ini, Senin, 20 Mei 2019, bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 08.38 WIB.

Setibanya di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, Provinsi NTT pada pukul 12.16 WITA, Presiden bersama rombongan langsung menuju Kabupaten Belu dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU.

Di Kabupaten Belu, Presiden akan meresmikan Bendungan Rotiklot yang berada di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Usai kegiatan di Kabupaten Belu, Kepala Negara beserta rombongan dijadwalkan langsung menuju Bandara A. A. Beri Tallo, Kabupaten Belu untuk menuju Kota Kupang. Perjalanan ke Jakarta akan dilanjutkan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Internasional El Tari, Kupang, pada sore hari.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi NTT, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Gregorius Mere, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.




Presiden Jokowi Kunjungi Desa Kutuh yang Sukses Manfaatkan Dana Desa

BADUNG, Usai mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali, pada Jumat, 17 Mei 2019. Di Bali, Presiden bersama rombongan mengunjungi Desa Kutuh yang berlokasi di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Desa tersebut diketahui mampu keluar dari jerat kemiskinan setelah berhasil memanfaatkan dan mengelola dana desa yang diberikan pemerintah pusat.

"Ini yang merupakan salah satu desa yang berhasil betul memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Jadi di Desa Kutuh ini konsentrasinya di _sport tourism_, misalnya menyewakan lapangan bola untuk latihan dan kompetisi (bertaraf) internasional," ujarnya di lokasi.

Lingkungan geografis Desa Kutuh yang terletak di pinggir pantai dan dikelilingi gunung dan batu karang menjadikan masyarakat setempat mulanya banyak menekuni profesi nelayan dan petani dengan hasil yang minim. Desa tersebut diketahui dulunya juga merupakan sebuah kawasan yang tandus.

Meski demikian, secara perlahan Desa Kutuh berhasil mengelola potensi pariwisata setempat dengan menjadikan Pantai Pandawa sebagai ikon pariwisata baru yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Dana desa yang kemudian diterima oleh pemerintah Desa Kutuh sejak tahun 2015 menjadikan perekonomian setempat menjadi semakin bergeliat.

Hingga saat ini, Desa Kutuh telah menerima dana desa dengan jumlah kurang lebih Rp3,5 miliar. Masyarakat setempat memanfaatkan dana desa tersebut untuk membenahi fasilitas dan kebutuhan dasar, membangun sarana dan prasarana penunjang desa wisata, serta sarana olahraga bertaraf internasional yang terbukti sangat bermanfaat bagi desa tersebut dan menjadi kekuatan ekonomi tersendiri.

"Ini ada (kompetisi) paralayang yang setahun bisa menghasilkan Rp800 juta. Untuk desa sendiri memiliki _revenue_ per tahun Rp50 miliar. Coba bayangkan ini bagaimana dana desa bisa _men-trigger_ ekonomi yang ada di desa sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya," kata Presiden.

Menurutnya, kesuksesan pengelolaan dana desa di Desa Kutuh ini dapat dijadikan referensi bagi pengelolaan serupa di desa-desa lain di seluruh Indonesia. Kepala Negara berharap agar dana desa yang digulirkan pemerintah dapat memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat di desa-desa.

"Ini sebetulnya bisa dikopi di tempat-tempat lain yang memiliki kemiripan, entah di Sumatera, Jawa, atau Kalimantan. Bisa menjadi sebuah model keberhasilan manajemen pengelolaan dana desa untuk kemanfaatan masyarakat," tuturnya.

Untuk diketahui, sejak tahun 2015 hingga 2018, Desa Kutuh telah memanfaatkan dana desa untuk membangun sarana-sarana yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Di antaranya ialah jalan desa sepanjang 957 meter, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, embung, irigasi, dan sarana olahraga.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.





Hadiri Buka Puasa Bersama DPP Partai Golkar, Arinal Bertemu Jokowi


JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, mengikuti acara buka puasa bersama DPP Partai Golkar yang dihadiri Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden RI Ir. Joko Widodo, di Hotel Sultan, Minggu (19/5/2019).

Turut mendampingi Arinal Djunaidi dalam acara puasa dan Rakernas Golkar antara lain, Sekretaris Golkar Supriyadi Hamzah, Ketua Bappilu Golkar Lampung H. Tony Eka Candra dan sejumlah pengurus.

Sebelum masuk ke Ruang Acara tampak Gubernur Lampung Terpilih tersebut berbincang akrab dengan Presiden Joko Widodo. "Presiden menanyakan kabar Lampung. Dan menyampaikan salam dan ucapan Terima Kasih untuk Rakyat Lampung", Terang Arinal dalam Pesan singkat di WhatsApp-nya.

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menghadiri acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Beberapa tokoh senior Partai Golkar yang hadir dalam acara buka puasa bersama yaitu Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Agung Laksono. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, dan pimpinan partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam kesempatan tersebut Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar mengimbau kepada masyarakat yang tidak puas dengan hasil pemilihan umum agar menempuh jalur hukum ke Badan Pengawas Pemilu dan Mahkamah Konstitusi.

"Untuk itu Partai Golkar menegaskan agar pihak-pihak yang kurang puas dapat mengadukan ke Bawaslu atau MK. Bukan untuk mencari solusi di jalanan. Jadi Partai Golkar menolak people power," kata Airlangga.

Oleh karena itu, Partai Golkar harus menjadi yang terdepan dalam melawan mereka yang tidak menghendaki kemajuan tapi hendak menjerumuskan mereka dalam perpecahan bangsa Indonesia. 

"Dalam sejarah people power di Indonesia yang muncul untuk mengganti kepemimpinan yang panjang dapat kita lihat di tahun 1965 dan 1998," katanya.

Menurut dia, sejak reformasi telah sepakat membatasi masa jabatan presiden dan menyelenggarakan pemilihan umum secara langsung.

Untuk itu, Airlangga mengimbau kepada seluruh kadernya untuk bisa menjaga marwah Partai Golkar membangun kebiasaan santun berpolitik serta berdaulat bertindak.

"Kita harus mengingat roh perjuangan adalah suara Golkar suara rakyat, tidak ada suara lain selain suara rakyat, seluruh kader Golkar sudah membenamkan itu dalam hati masing-masing," ujarnya. (*)


Kunjungan Wali Kota Risma Membawa Harapan Baru Bagi Keluarga Almarhum

SURABAYA, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tanpa kenal lelah terus menepati janjinya untuk hadir atau takziah mengunjungi keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai menjalankan tugas pada April lalu. Kunjungan kali ini di rumah duka Almarhum Heriawan, berlokasi di Jalan Siwalankerto Utara No 16 Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Minggu (19/05/2019).

 

Heriawan merupakan bertugas sebagai sekretaris panitia pemungutan suara Kelurahan Siwalankerto Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Sehari-hari Heriawan bekerja sebagai seorang Kepala Sekretaris (Kasie) di kantor Kelurahan Siwalankerto. Heriawan hidup bersama empat orang anak, Bima Raka (24),Chanika (21), Daffa Astur (18), Aldona (16) dan istri bernama Retno Setyaningsih (50).

 

Tepat pukul 12.00 WIB, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tiba di rumah duka dengan busana batik yang dikenakan. Dalam kunjungan itu, Wali Kota Risma langsung merangkul istri almarhum sambil bersalaman dan mengucapkan belasungkawa.

 

"Nderek aken belasungkowo (turut berduka cita) bu, ini putra putrinya ya, sekolah dimana dan kelas berapa semua," kata Wali Kota Risma.

 

Tak perlu waktu lama, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu langsung menanyakan sekolah anak-anak almarhum, bahkan ia langsung menawarkan bantuan untuk menyekolahkan anak ketiga, Daffa Astur (18) yang baru saja menyelesaikan sekolah tingkat menengah atas.

 

"Kamu jangan kerja dulu, harus lanjut kuliah. Soal biaya jangan khawatir. Jadi pemkot ada beasiswa di Unair atau sekolah Akademik Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP). Nanti ada tesnya, kamu ikut tes itu ya? Kalau di Unair sekolahnya tiga tahun, nanti udah dijamin juga kerjaannya. Kalau ATKP sekolahnya 9 bulan nanti di tempatkan di Batam," ujar Wali Kota Risma.

 

Selain membantu beasiswa Daffa Astur, Wali Kota Risma juga mencarikan pekerjaan untuk anak pertama dan kedua nya. Sembari itu, ia juga mengimbau kepada anak ketiga almarhum agar sungguh-sungguh untuk mengikuti tes beasiswa tersebut. "Beneran harus nyoba lho ya, harus sukses untuk mewujudkan cita-cita orang tua, sudah saya koordinasikan kok," imbuhnya.

 

Setelah memberi pengarahan kepada sang anak, Wali Kota Risma kemudian menanyakan kronologis meninggalnya almarhum. Istri almarhum, Retno menceritakan kondisi suaminya sebelum meninggal. Retno mengaku sehari setelah pemilu, suaminya mengeluhkan tidak enak badan kemudian keesokan harinya dibawa ke rumah sakit.

 

"Setelah coblosan keesokan harinya suami mengeluhkan tidak enak badan. Kemudian saya antar ke rumah sakit, seminggu di sana minta pulang katanya mau bekam. Belum sempat kami bawa ke sana (rumah sakit) karena masih ada beberapa teman kerja yang jenguk. Waktu saya keluar sebentar, hari Jumat 26 April jam 14.00 WIB posisi duduk di kursi lalu saya panggil-panggil sudah tidak ada," ungkap Retno.

 

Kedatangan Wali Kota Risma ke rumah keluarga almarhum, menjadi obat bagi Retno dan anak-anaknya. Retno mengaku sangat bersyukur rumahnya dikunjungi oleh wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

 

"Saya berharap bu wali sehat terus, bisa blusukan. Setelah beberapa kali tidak jadi, saya pikir tidak jadi hadir. Tapi ternyata benar-benar di kunjungin siang ini. Alhamdulillah sekali saya bersyukur anak-anak saya diberi bantuan," tutur Retno.

 

Harapan baru terpancar dari wajah Daffa usai rumahnya di kunjungi Wali Kota Surabaya. Ia terlihat menjadi lebih bersemangat kembali untuk melanjutkan hidup dan menyiapkan masa depan.

 

"Bu Risma, saya sangat senang dan bangga akhirnya ibu bisa datang dan mau membantu keluarga saya. Saya bisa merasakan kebahagiaan kembali setelah ibu datang dan menyiapkan masa depan saya. Nanti mungkin yang saya pilih sekolah ATKP bu," pungkas Daffa. (*)

 

 

Cara Pemkot Surabaya Sejahterahkan Warga di Eks Lokalisasi

"Melalui Pembinaan Koperasi dan Budidaya Tanaman Anggrek"

 

SURABAYA, Pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Seperti yang berada di eks lokalisasi Sememi dan Klakah Rejo, Pemkot Surabaya terus melakukan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, supaya warga di sana bisa mandiri dan sejahtera.

 

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara buka puasa bersama warga Sememi dan Klakah Rejo di Masjid At-Taqwa, Jalan Klakah Rejo No. 9, Kelurahan Klakahrejo, Kecamatan Benowo Surabaya, Minggu, (19/5/2019).

 

Wali Kota Risma mengatakan agar masyarakat di eks lokalisasi mampu bertahan secara ekonomi, pihaknya mengajak warga untuk bisa memanfaatkan koperasi-koperasi yang dikelola secara mandiri. Karena itu, ia mengimbau kepada warga di sana agar bersungguh-sungguh untuk mengelola koperasi tersebut. "Karena saya sebagai umaro, saya berkewajiban bagaimana saya bisa mensejahterahkan warga Surabaya. Saya harap sekali lagi, panjenengan (anda) semuanya tidak menjadi penonton, ayo kita berusaha," kata dia dalam sambutannya.

 

Ia menjelaskan dengan adanya koperasi-koperasi tersebut, masyarakat akan mandiri dan sejahtera secara ekonomi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi warga di eks lokalisasi yang kekurangan ekonomi, bahkan sampai terjerat utang piutang rentenir. "Karena saya pingin panjenengan (anda) semua berhasil, panjenengan (anda) semua warga Sememi dan Klakah Rejo bisa sukses melalui koperasi itu," ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa dampak yang ditimbulkan dari adanya lokalisasi sangat luar biasa. Bukan hanya dampak masalah sosial, tapi juga pendidikan kepada anak. Bahkan, dampak lain yang ditimbulkan adalah berbagai datangnya penyakit. Oleh karena itu, sejak tahun 2013 pihaknya bersama warga berkomitmen untuk berhijrah, mengubah kawasan ini menjadi lebih baik.

 

"Saya kepingin panjenengan (anda) semua berhasil, nanti kalau JLLB (Jalur Lingkar Luar Barat) jadi dan box culvert bisa tertutup, nanti juga akan menjadi akses perekonomian warga di sini," katanya.

 

Selain melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat eks lokalisasi melalui koperasi, Wali Kota Risma juga mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya juga memiliki program di bidang pendidikan, seperti beasiswa pramugari dan pilot. Ia mengajak para orang tua di eks lokalisasi agar memanfaatkan program tersebut untuk mengubah masa depan anak-anaknya supaya lebih baik.

 

"Kita juga memiliki program-program beasiswa di Pemkot Surabaya. Semua SPP ditanggung oleh Pemkot Surabaya. Anak-anak harus punya masa depan, putra-putri panjenengan (anda) harus lebih baik dari orang tuanya," tuturnya.

 

Keseriusan Pemkot Surabaya untuk mensejahterahkan warga di eks lokalisasi tak hanya sampai di situ. Bahkan, Wali Kota Risma mengungkapkan, Pemkot Surabaya bakal membangun wisata baru berupa taman anggrek untuk mendatangkan wisatawan. Dengan adanya kebun anggrek tersebut, diharapkan juga berdampak pada meningkatnya ekonomi warga di sekitar.

 

"Insya Allah tahun ini, kita akan buat taman anggrek di sini. Saya harap warga nanti bisa menikmati hasilnya. Ini akan menjadi wisata baru yang akan menarik pengunjung untuk datang," ungkapnya.

 

Sementara itu, Lurah Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya, Ferdi Ardiansyah, mengatakan rencananya taman anggrek itu berada di eks lokalisasi Gedung Wisma Barbara, Jalan Sememi Jaya Gang II Surabaya. Saat ini, Pemkot Surabaya sedang fokus melakukan pembangunan tahap pertama untuk green house yang berada di sisi utara gedung tersebut. "Untuk pembangunan green house dalam waktu dekat akan selesai, nanti baru merambah ke sisi baratnya Wisma Barbara," kata Fredi.

 

Ferdi mengungkapkan, luasan lahan yang saat ini sedang dikerjakan Pemkot Surabaya untuk green house sekitar 300 x 400 meter persegi. Pembangunan taman anggrek akan dilakukan secara bertahap. Setelah sisi utara Gedung Wisma Barbara selesai, pembangunan akan dilanjutkan di sisi depan dan belakang. "Nanti luasan totalnya mencapai 1 hektar, sementara untuk pengelolahnya dari Dinas Pertanian," ujarnya.

 

Ia menambahkan selain proses pembibitan, Pemkot Surabaya juga berencana membudidayakan tanaman anggrek di lokasi tersebut. Berbagai jenis tanaman anggrek akan dibudidayakan melalui green house itu. Dengan begitu, pihaknya berharap, adanya taman anggrek ini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. "Jadi nanti warga sekitar akan dilatih oleh pemkot, bagaimana untuk membudidayakan tanaman anggrek," tutupnya. (*)

 

 


Gubernur Jawa Timur Khofifah Hadiri Acara Buka Puasa Bersama di Masjid Ampel Surabaya

SURABAYA,  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan tunjangan kehormatan kepada perwakilan para penghafal Al-Qur'an, atau huffadz di Jatim. Tunjangan tersebut nilainya Rp. 150 ribu per bulan, atau sebanyak Rp. 1,8 juta per tahun. Pemberian ini merupakan realisasi janji kampanye dari program Nawa Bhakti Satya, tepatnya "Jatim Berkah".

"Kami punya target ada sepuluh ribu huffadz se-Jatim yang mendapat tunjangan kehormatan ini. Untuk saat ini baru sekitar empat ribu huffadz yang sempat terdaftar di Biro Kessos," kata Gubernur Khofifah saat buka puasa bersama anak yatim dan penyerahan tunjangan kehormatan kepada huffadz di Masjid Ampel Surabaya, Minggu (19/5).

Gubernur Khofifah mengatakan, pemberian tunjangan tersebut merupakan breakdown dari implementasi Jatim Berkah, yang pencairannya dilakukan setiap lima bulan sekali. Adapun pembagiannya dibagi per zona, seperti Kab. Pamekasan (untuk wilayah Madura), Kab. Lumajang (daerah tapal kuda), lalu di Malang.

"Kami ambil titik-titik terdekat, sebab jika diundang se-Jawa Timur, tentu mereka kejauhan," katanya sembari menambahkan, dirinya menargetkan ada 10 ribu huffadz yang akan mendapatkan tunjangan kehormatan, karena itu, ia meminta Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk mengkomunikasikan serta melaporkan data huffadz yang belum terdaftar.

Menurut orang nomor satu di Jatim ini, semakin banyak huffadz yang mendapat tunjangan ini akan semakin bagus, sebab di Jatim terdapat sekitar 8.500-an desa/kelurahan. Kemudian beberapa daerah yang dekat dengan lingkungan Pondok Pesantren memiliki banyak huffadz.

"Jadi kira-kira estimasinya, satu desa ada satu huffadz, satu kelurahan ada satu huffadz. Maka jka dibulatkan, ada sepuluh ribu targetnya," lanjutnya.
Gubernur wanita pertama di Jatim ini menjelaskan, target sepuluh ribu huffadz tersebut adalah janji kampanye, namun ketika berkoordinasi dengan Gubernur Jatim di era sebelumnya, yakni Pakde Karwo dan BPKAD, data yang terkumpul baru 2.026 huffadz saja. Ia menargetkan pada tahun 2019 ini, terdapat 4.000 huffadz yang mendapat tunjangan kehormatan tersebut.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah memberikan penyerahan tunjangan kehormatan kepada Hafidz/Hafidzah (Huffadz) sebanyak 151 orang yang disimboliskan kepada 10 orang yang masing-masing mendapat Rp. 750 ribu, dan bingkisan berupa sajadah, dan biskuit. Kemudian memberikan santunan uang tunai dan paket sembako kepada 50 anak yatim.

Hadir dalam kesempatan ini, beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, yakni Kepala Biro Kessos Jatim, Kepala Dinas Sosial Jatim, dan Kepala Dinas P3AK Jatim. Hadir pula anggota Muslimat NU Sidoarjo, Muslimat NU Surabaya, Ulama NU Surabaya, para kiai, diantaranya KH. Muhibbin Zuhri, ulama, serta jamaah Masjid Ampel Surabaya. (rr)



Berwisata Mendadak Usai Salat Jumat, Presiden Kagumi Keunikan Dusun Sade Lambok

LOMBOK TENGAH, Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Nur Syahada, yang berada di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Jumat siang, 17 Mei 2019.

Masjid Nur Syahada terbilang unik, karena atap dari masjid tersebut terbuat dari alang-alang dan bangunannya pun didominasi oleh bahan yang terbuat dari kayu. Masjid tersebut juga dikelilingi rumah-rumah adat yang terbuat dari kayu dan atap rumah yang terbuat dari tumpukan alang-alang.

Di desa ini tinggal ratusan warga asli Suku Sasak. Selain bentuk rumah yang unik, unsur budaya juga masih turut dijaga. Salah satunya adalah pintu masuk rumah yang dibuat rendah, sehingga setiap orang yang akan berkunjung akan selalu menunduk. Hal tersebut memiliki makna bahwa setiap orang yang akan berkunjung ke rumah orang lain harus selalu menunjukkan rasa hormat dan menjunjung tinggi sopan santun.

Keunikan lain yang ditemukan di desa ini adalah cara membersihkan lantai rumah mereka yang tentu saja tidak terbuat dari keramik. Warga di desa ini membersihkan lantai rumah mereka dengan kotoran kerbau untuk menghilangkan debu dan membuat lantai menjadi kuat. Kotoran kerbau yang digunakan adalah yang sudah kering. 

Melihat sejumlah keunikan tersebut, maka tidak heran jika Presiden Joko Widodo tidak langsung meninggalkan desa tersebut usai melaksanakan ibadah salat Jumat, melainkan lebih memilih untuk "berwisata" terlebih dahulu.

Saat menelusuri jalan di antara rumah-rumah kayu, banyak warga yang berjualan hasil karya kerajinan mereka. Presiden pun sempat singgah beberapa kali ke sejumlah rumah untuk membeli kerajinan hasil karya para ibu yang ada di desa tersebut.

Di sini, memang hampir semua wanita bisa menenun sehingga beragam kain tenun atau songket dengan warna yang beragam pun tampak ditampilkan di hadapan Kepala Negara. Bahkan, tampak pula beberapa wanita yang sedang menenun dengan menggunakan alat tenun tradisional dari kayu. 

Sebelum meninggalkan Dusun Sade, Presiden disuguhi tarian peresean, tarian yang menggambarkan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras. 

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kali ini adalah Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah.

(rr)


Wali Kota Risma Menyusuri Gang-gang Sempit Demi Takziah ke KPPS Meninggal


SURABAYA –  Di tengah kesibukannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus menepati janjinya untuk mengunjungi semua keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu terus menyisir keluarga-keluarga KPPS yang sedang berduka. Kini, jumlahnya sudah mencapai 15 orang.

 

Kali ini, Wali Kota Risma takziah ke rumah duka almarhum Agus Riyadi di Tambak Arum VII nomor 8, Surabaya. Agus Riyadi merupakan anggota KPPS di TPS 10 Kelurahan Tambakrejo. Untuk sampai ke rumah duka, Wali Kota Risma tak canggung-canggung meski harus menerobos dan menyusuri gang-gang sempit. Perlahan dia jalan kaki meski kakinya belum sembuh total. Ia kesampingkan sakitnya itu demi mengunjungi warganya yang sedang kesusahan.

 

Tiba di rumah duka, ia ditemui oleh istri almarhum Mukaromah dan kedua anaknya, yaitu Erlan Dwi Firmansyah dan Pamela. Wajah keluarga ini masih belum bisa menyembunyikan kesedihannya. Bahkan, mata sang istri masih sembab. Saat itu, Wali Kota Risma nampak ikut bersedih. Selaku pemimpin dan perwakilan pemerintah, ia pasti turut merasakan betapa sedihnya ditinggalkan seorang Bapak yang merupakan salah satu tulang punggung keluarganya.

 

Saat itu, Wali Kota Risma berusaha menggali berbagai masalah yang dihadapi keluarga almarhum. Ia seakan membawa secercah harapan baru bagi keluarga ini. Si Erlan, salah satu anak almarhum ternyata sudah bekerja di salah satu SPBU di Sidoarjo. Setiap hari dia harus pulang pergi (PP) Surabaya-Sidoarjo. Makanya, Wali Kota Risma langsung mengajaknya untuk bekerja di Pemkot Surabaya menjadi Linmas. Senyuman kegembiraan pun terpancar dari keluarga ini.

 

Kemudian, Pamela yang masih menempuh pendidikan di SMA 7 Surabaya, langsung ditanggung biaya sekolahnya hingga lulus. Ia pun gembira mendengar keputusan itu. Selanjutnya, giliran istri almarhum yang dikorek masalahnya. Sebelumnya, Mukaromah hanya penjual sate usus dengan penghasilan yang tak menentu. Akhirnya, Wali Kota Risma mengajaknya untuk bekerja di Rumah Sakit Soewandhi. Lagi-lagi, senyum kebahagian itu terpacar dari wajah Mukaromah. Harapan hidup yang sempat hilang, tentu sudah mulai terang. Ketiganya akan menjalankan peran masing-masing di dunia baru demi keberlangsungan hidupnya meski tanpa seorang Bapak yang dulunya menjadi sopir lyn.

 

"Panjenengan (anda) saya carikan pekerjaan di Rumah Sakit Soewandhi. Di sana itu kan agak siang masuknya, jadi  mungkin lebih enak. Kalau Pamela nanti SPP nya kita bantu sampai lulus," tegas Wali Kota Risma sambil menyemangati keluarga almarhum.

 

Sementara itu, anak almarhum Agus Riyadi, Erlan Dwi Firmansyah, mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Risma dan jajaran Pemkot Surabaya yang sangat peduli terhadap keluarganya. Ia mengaku sangat bersyukur diajak kerja di Linmas. "Saya sangat bersyukur nanti bisa kerja di Linmas, sehingga nanti tidak perlu PP Surabaya-Sidoarjo lagi. Mungkin ini rejeki orang tua juga, meskipun sudah meninggal," ujarnya dengan suara lirih.

 

Ucapan syukur dan terimakasih sebesar-besarnya juga disampaikan oleh Pamela yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Setelah orang tuanya meninggal, ia khawatir tidak akan bisa sekolah hingga lulus SMA. Namun, dengan kedatangan Wali Kota Risma, harapan untuk melanjutkan sekolah hingga lulus masih ada harapan. Ia pun mengaku akan terus semangat belajar demi meraih cita-citanya. "Terimakasih sebanyak-banyaknya Bu, sangat membantu meringankan beban kami, apalagi setelah tidak ada ayah. Sekarang saya sudah tidak khawatir lagi untuk sekolah sampai lulus, karena sudah ada bantuan dari Wali Kota Risma, terimakasih Bu," katanya sambil matanya berkaca-kaca. (*)