Headlines News :
**Dewan Redaksi "NewsDetak" menerima kiriman tulisan dan artikel dari pembaca**NewsDetak adalah media online yang menyajikan berita aktual, dan pemikiran yang konseptual**Jangan lewatkan hari-hari Anda untuk mampir di laman NewsDetak**

Presiden Bertolak ke Bali untuk Kunjungan Kerja





BANDUNG, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Kamis sore, 13 Juni 2019, menuju Provinsi Bali guna melakukan kunjungan kerja. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Setibanya di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada pukul 20.45 WITA, Kepala Negara dan Ibu Iriana disambut oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

Presiden dan rombongan kemudian langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Bali untuk melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya, di antaranya menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Kabupaten Bangli dan meninjau kawasan wisata Waduk Muara Nusa Dua, Kota Denpasar.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Bali, yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Johan Budi, serta Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

(rr)

Kunjungi Pasar Gede Solo, Presiden dan Keluarga Belanja Buah Hingga Ulekan

SOLO, Usai sarapan bersama di kedai Soto Triwindu, pada Minggu, 9 Juni 2019, Presiden Joko Widodo beserta keluarga mengunjungi Pasar Gede Solo. Pasar induk terbesar di Solo itu terletak di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Surodiprajan, Solo.

Waktu menunjukkan pukul 09.57 WIB saat Presiden tiba di Pasar Gede. Presiden datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, menantu Selvi Ananda, serta cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra.

Kedatangan Kepala Negara itu menambah riuh kondisi pasar yang sedang ramai oleh pengunjung. Tak sedikit pembeli dan penjual yang menghampiri Presiden untuk bersalaman dan berswafoto.

Presiden kemudian berjalan masuk dan langsung menuju blok pasar yang menjual jamu, sayur, dan makanan tradisional. Sementara Ibu Iriana singgah di kios yang menjual alat dapur untuk membeli beberapa perkakas tradisional, seperti ulekan dan centong nasi.

Di kios buah, Presiden membeli salak sebanyak empat kilogram, jeruk sebanyak dua kilogram, blewah, hingga kesemek. Sementara kedua putra Presiden kompak membeli pisang.

Presiden dan keluarga kemudian mengunjungi kios yang menjual es dawet. Penjual pun langsung memberikan semangkuk es dawet untuk dicoba oleh keluarga Presiden. Ibu Iriana yang mencicipinya, langsung memutuskan untuk membeli es dawet beberapa kantong.

Tak sampai di situ, Presiden dan keluarga lalu mengunjungi kios yang menjual makanan tradisional. Di kios ini Presiden membeli beberapa penganan ringan, seperti cabuk dan rambak.

Setelah sekitar 30 menit berkeliling pasar dan berbelanja, Presiden dan keluarga berjalan meninggalkan pasar. Dalam perjalanan pulang, Presiden kembali melayani permintaan warga untuk bersalaman dan berswafoto.
(rr)





Presiden Ajak Keluarga Beli Batik di Pasar Beringharjo

Yogyakarta, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Pasar Beringharjo, Yogyakarta pada akhir pekan ini, Sabtu, 8 Juni 2019. Dalam kunjungannya itu Presiden turut membawa keluarganya, yaitu kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, menantunya Selvi Ananda, serta cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra.

Dari Gedung Agung, Presiden dan keluarga berjalan kaki menuju Pasar Beringharjo pada pukul 11.00 WIB. Masyarakat langsung menyambut dengan antusias begitu Presiden dan keluarga berjalan keluar dari halaman Gedung Agung.

Sambil berjalan menuju pasar yang terletak sekitar 300 meter dari Gedung Agung itu, Presiden dan Ibu Iriana menyapa dan bersalaman dengan masyarakat. Tak sedikit pula masyarakat yang mengabadikan momen bertemu dengan Kepala Negara itu dengan berswafoto.

Jarum jam menunjukkan pukul 11.12 WIB ketika Presiden dan keluarga memasuki Pasar Beringharjo. Di pasar pun, ribuan pengunjung dan pedagang langsung berebut untuk bersalaman dan berswafoto.

Presiden kemudian menuju deretan kios yang menjual pakaian batik di los utara pasar, lalu masuk ke salah satu kios. Di kios tersebut Presiden tampak membantu Ibu Iriana memilih beberapa potong pakaian batik.

Presiden memilih kemeja batik coklat ukuran anak-anak lalu mencocokannya dengan ukuran badan Jan Ethes. Sementara Ibu Iriana tampak membelikan batik untuk cucu perempuannya, Sedah Mirah Nasution.

Usai berbelanja pakaian batik, Presiden dan keluarga keluar dari pasar. Dalam perjalanan pulang, Presiden kembali melayani permintaan masyarakat untuk bersalaman dan berswafoto.

Sekitar pukul 11.41 WIB, Presiden dan keluarga meninggalkan Pasar Beringharjo dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Solo.







Wagub Emil Dardak Gelar Open House Lebaran dengan Warga Trenggalek

TRENGGALEK,   Memasuki hari ketiga setelah lebaran, tradisi tradisi halal bihalal atau open house bersilaturahmi maupun menerima tamu dirumah dilakukan oleh banyak pihak termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama ayahanda Hermanto Dardak.

Bahkan, rumah kediaman kelahiran ayahanda Emil Dardak yakni Hermanto Dardak yang terletak di Jl. Wachid Hasyim No. 10 Trenggalek itu menerima kunjungan dari seluruh lapisan masyarakat dengan beragam profesi Jumat (7/6).

Dengan penuh suasana yang akrab dan sukacita itu, Emil bersama Ayahanda menemui semua masyarakat Trenggalek. Masyarakat yang hadir ikut antri dengan sabar mulai dari penarik becak, penarik kuda delman, petani, dan profesi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Emil Dardak mengakui bahwa tradisi halal bihalal atau open house ini diselenggarakan setiap tahun pada hari kedua atau ketiga setelah lebaran dengan menghadirkan keluarga besar dari Dardak.
"Kita tidak ingin kebersamaan keluarga dardak terhadap masyarakat ini hilang. Oleh karena itu untuk kami upayakan ada kegiatan silaturahmi masyarakat seperti ini seusai lebaran. Semoga ini jadi tradisi bagi saya pribadi dengan harapan mempererat persaudaraan antar masyarakat Trenggalek asli maupun yang rantau," ujarnya

Juga Bagikan Bingkisan di Masjid Bani Dardak

Setelah melakukan open house di kediamannya, Emil Dardak bersama ayahanda juga melakukan kegiatan serupa di Masjid Bani Dardak yang terletak di Suruh Kab. Trenggalek seusai Sholat Jumat.

Posisi masjid ini sangat strategis karena berada di sepanjang jalan menuju Jalan Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Trenggalek dengan Ponorogo-Pacitan. "Kami berterima kasih kepada Takmir dan masyarakat di Suruh yang telah meramaikan masjid ini melalui aktifitas keagamaan seperti belajar Al Quran dan taman baca," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut keluarga besar Bani Dardak memberikan santunan kepada anak TPA dan Taman Bacaan umum yang ada di Komples Masjid Bani Dardak Trenggalek, kemudian dilanjutkan berziarah ke makam leluhur Bani Dardak. (RR)

Wagub Jatim Hadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek

TRENGGALEK,   Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) harus mampu menjaga tradisi untuk ditularkan kepada anak atau generasi muda. Alasannya, tradisi mudik ke kampung halaman atau asal kelahiran menjadi sesuatu yang harus disyukuri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) di Pendopo Kab. Trenggalek, Kamis (6/6) malam.

Ia mengatakan, sebagai masyarakat dan memiliki tanah leluhur asal Trenggalek Wagub Jatim bersyukur bisa mempunyai kampung halaman. Emil sapaan akrabnya mengartikan bahwa sebenarnya yang indah dari kegiatan mudik itu adalah pulang ke kampung halaman, dalam hal ini Trenggalek.
Oleh karenanya, pihaknya akan berkomitmen untuk berusaha hadir di setiap kegiatan halal bihalal agar menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi ke generasi muda lainnya sehingga mengenal kampung halamannya.

Ditambahkan, yang membuat spesial dari Halal Bihalal IKAT ini adalah kesamaan dan kenangan akan kampung halaman, terutama bagi perantau yang ada di kota-kota besar. "Ini yang sebenarnya perlu didorong dan perlu dibangun, bahwa tradisi kita berkumpul di kampung halaman seperti ini bisa diteruskan ke generasi berikutnya. Kami ingin agar definisi dari keluarga besar Trenggalek atau IKAT ini bisa diturunkan ke generasi generasi muda serta keturunan IKAT," ujarnya.

Sementara itu, terkait pengembangan ekonomi Kab. Trenggalek pihaknya sepakat untuk membangun sinergi dan konektivitas dengan kabupaten/kota lain salah satunya Kota Malang.

Ia melihat bahwa, di Malang banyak investor yang menanamkan modalnya serta pengembangan investasi. Namun, kondisi saat ini investasi sudah penuh dan banyak dilakukan. Maka, sinergitas antara Malang dan Trenggalek bisa dilakukan lewat perluasan akses investasi di Trenggalek.

Dihadapan undangan yang hadir, Emil menjelaskan bahwa pihaknya bersama Bu Gubernur ingin mencoba menggodok provinsi untuk terus meningkatkan serta mengungkit ekonomi di Jatim.

Dijelaskannya, Gubernur memberikan amanah kepada kami selaku wakil gubernur untuk fokus pada pembangunan kawasan selatan. Salah satunya yang ingin kita dorong yakni indeks kesenjangan wilayah. Maka, dalam waktu dekat akan memastikan RPJMD Provinai bisa menyentuh indeks kesenjangan wilayah menjadi indikator kinerja utama Gubernur dan Wagub Jatim.

"Kami ingin memastikan di RPJMD yang akan disusun indeks kesenjangan wilayah menjadi indikator kinerja utama dari program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Disertai dengan adanya komitmen di dalam dokumen perencanaan untuk membangun dan mendorong kawasan Selatan yang tertuang dalam keberpihakan anggaran," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek H. M. Nur Arifin mengatakan, kegiatan Halal Bihalal ini ingin merekatkan sekaligus membangun Trenggalek dari rantau. Pihaknya ingin, IKAT bisa menjadi duta investasi bagi kemajuan Kab. Trenggalek.

"Kami ingin lelang investasi ini bisa menangkap dan mengambil peluang investasi positif yang bisa ditangkap oleh IKAT. Kesemuanya itu diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
Turut hadir Tokoh tokoh maupun pejabat asal Trenggalek antara lain, Ny. Sutaji (Ketua TP PKK Kota Malang) Hermanto Dardak, Priyo Budi Santoso dan Prof. Dr. Kunti Ludigdo dan pejabat serta tokoh lainnya. (TT).



Gubernur Khofifah Open House di Kediaman Terima Silaturahmi Pengurus Antar Gereja Se Jatim

SURABAYA, Suasana open house perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang memasuki hari ketiga masih dirasakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Agenda halal bihalal yang digelar di kediamannya di Jalan Jemursari VIII no 124 Surabaya itu masih dibanjiri masyarakat untuk bersilaturahmi. Salah satunya dari Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jatim, Jumat (7/6).

Didampingi putra keduanya, Jalaludin Mannagalli Parawansa beserta Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Jatim Himawan Estu Bagijo dan Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim Ashari, Gubernur Khofifah menerima silaturahami pengurus BAMAG Jatim dengan gayeng. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menerima ucapan selamat Idul Fitri 1440 H dari puluhan pendeta dan tokoh agama Kristen di Jawa Timur yang tergabung dalam Pengurus BAMAG Jatim. Gubernur Khofifah juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan para tokoh agama Kristen di Jatim tersebut.

Pada silaturhami tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas dukungan para tokoh agama dalam keikutsertaannya membangun Jawa Timur yang sangat harmonis antar umat beragama. Untuk itu dirinya berharap agar suasana yang cukup harmonis ini bisa dijaga dan semakin dibangun kembali di masa-masa mendatang. Dirinya juga mengajak kepada seluruh tokoh agama di Jatim untuk ikut membangun iman dan taqwa masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kita datang ini dalam rangka silaturahmi halal bihalal menyambung tali persaudaraan antar lintas agama. Karena Ibu Khofifah juga selaku ketua muslimat, simbul dari pada satu titik kekuatan yang ada di Indonesia, sehingga kami datang bersama-sama dengan para pendeta ini bersilaturahmi kepada Ibu Gubernur, pada intinya dalam proses kehidupan berbangsa hari ini kehidupan pro eksistensi saling menghidupi satu dengan yang lainnya itu yang harus sekarang mulai dikembangkan," ujar Ketua BAMAG Jatim, Agus Susanto usai menemui Gubernur Khofifah.

Selain bersilaturhami dalam suasana halal bihalal menyambut Idul Fitri 1440 H, perbincangan tersebut juga membicarakan soal pembangunan kemajuan Jawa Timur. Utamanya soal kesenjangan wilayah yang terdapat jarak disparitas antar wilayah, rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) Jatim serta persoalan pembangunan-pembangunan lainnya.

"Membicarakan banyak hal ada banyak aspek bagaimana membangun Jawa Timur, bagaimana menjadikan Jawa Timur sumber daya manusianya IP nya juga meningkat tadi dibicarakan secara detail dan sebagainya agar ke depan hal-hal yang bersifat tidak sinkron bisa segera dirapikan dengan baik itu contoh dan bentuk sumbangsih kami dari para pendeta dan umat Kristen yang ada di Jawa Timur pada pemerintahan provinsi Jawa Timur," terang Agus. (rr).

Presiden Jokowi Silaturahmi ke Keraton Yogyakarta


Yogyakarta, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada hari ini, Jumat, 7 Juni 2019 bersilaturahmi ke keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Presiden yang turut membawa cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra tiba di keraton sekitar pukul 10.38 WIB.,

Setibanya di keben keraton, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh putri, mantu, dan cucu Sri Sultan Hamengkubuwono X, yaitu GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, GKR Bendara, KPH Wironegoro, KPH Purbadiningrat, KPH Notonegoro, RM Marrel, RM Drastya, dan RAj Irdina.

Presiden kemudian berjalan menuju halaman dalam keraton dan disambut oleh Sultan Hamengkubuwono beserta istrinya GKR Hemas. Keempatnya kemudian berjalan masuk ke dalam keraton.

Usai bersilaturahmi selama sekitar 30 menit, Presiden dan Ibu Iriana berpamitan untuk pulang. Sebelum meninggalkan keraton, Presiden dan keluarga Keraton Yogyakarta menyempatkan berfoto bersama.

Sultan beserta seluruh keluarganya lalu mengantar Kepala Negara hingga ke depan keben keraton. Pada pukul 11.12 WIB, Presiden meninggalkan keraton untuk kembali ke Gedung Agung.







I hacked your device=?UTF-8?Q?=20redaksi?=panoramapagi.detak@bl=?UTF-8?Q?ogger.com=20?==?UTF-8?Q?an?=d you have a problem =?UTF-8?Q?now...?=

Hi.

I think you will not be happy, because I have a very bad news for you.

Just a few months ago (03/03/2019) I hacked your operating system and I have
full control of your device.
I implanted a small application into your device which sends me your current
IP address and allows me to connect to your device just like remote desktop.
Even if you change your password, it won't help.

How I infected you?
The router that you used to connect to Internet had a security hole.
You can read about this problem by searching for CVE-2018-10562.
I hacked your router and I put my code into it, and when you tried to
connect to Internet, my program infected your device.

Later I made a full copy of your hard drive (I have all your email contact
lists, list of websites you visited, phone numbers, your passwords etc.)


A little while later, when I was searching your web browsing history I was
shocked by what I saw!!
The sites for adults you are visiting... you know what I mean...

I just want to say - your fantasies are shifted far away from the normal
course!...

For the last 2 months I have been spying on you through your device camera..
especially when you visited those sites to have fun...
Those videos show clearly you having fun and the content for adults you were
watching.. this is pretty nasty and I would be very worried if I were you.

I have secured 4 videos:
Redaksipanoramapagi_Detak_blogger_com_1556836422.mp4 (18.4 MB)
Redaksipanoramapagi_Detak_blogger_com_1556072068.mp4 (96.0 MB)
Redaksipanoramapagi_Detak_blogger_com_1559642972.mp4 (114.5 MB)
Redaksipanoramapagi_Detak_blogger_com_1556711136.mp4 (12.8 MB)

You can verify that the timestamps correspond to the moments you were
enjoying yourself...

Now, because I do not like at all what I saw (that's pretty crazy and
ugly) I ask you to send me a donation through Bitcoin network.

2000 US dollars is a fair price (considering your perversions).

If you want me to forget about the whole case, remove the files and disable
the nasty app that is spying you, send me the Bitcoin payment within 72
hours. Yes, I give you 72 hours only.

Here is my wallet:

=======================================
Send exactly 0.296847 BTC to my address:

3JvkKzDC6uDs4p8ZAojVcrayEEbd2p2CWa

(copy it and paste - it's case sensitive)
=======================================
0.296847 BTC = 2000 dollars

If you do not send me the Bitcoin, I promise you - I will send those 4 files
with you enjoying yourself to all your contact lists, associates and social
network friends.

I still have access to your device and I know when you read this message.
When you opened it, time started ticking. You have 72 hours only!

I am from Russia and nobody will help you if you report this email.. Before
they find me your life will be ruined! If you do not cooperate with me - I
will release this ugly material immediately.

This is why I advise you - send me the Bitcoin and let's forget about the
whole situation. I know you can afford it.

If you do not know how to send bitcoin, go to google and search how to do
it. There are plenty of options like coinbase.

Here is my address again:

=======================================
Send exactly:

0.296847 BTC

to my address:

3JvkKzDC6uDs4p8ZAojVcrayEEbd2p2CWa

=======================================

Remember to send the exact amount as above! This way I will know it's from
you.

Do not be angry at me. This is just my job, and you are not the only person
I caught.

Be angry at your fantasies - if you didn't visit those sites for adults
you would have no problem.. but now...

I am waiting for your bitcoin.

Remember, time is ticking..

--
анонимное

Мы анонимы. Мы легион.
Мы не прощаем. Мы не забываем.
Ожидайте нас.